Mengalah Belum Tentu Kalah
Membalas api dengan api sering kali hanya menambah nyala. Ucapan keras dibalas dengan ucapan yang lebih tajam. Sindiran dibalas dengan sindiran. Persoalan yang semula kecil akhirn…
Esai tentang pikiran, waktu, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari, berlandaskan Al-Quran dan Sunnah.
Mulai membaca ↓Membalas api dengan api sering kali hanya menambah nyala. Ucapan keras dibalas dengan ucapan yang lebih tajam. Sindiran dibalas dengan sindiran. Persoalan yang semula kecil akhirn…
Berpikir, belajar, dan melihat lebih jernih.
Menata prioritas dan merawat kebiasaan.
Integritas dalam setiap tanggung jawab.
Keadilan, keteladanan, dan pelayanan.
Menjaga adab, komunikasi, dan persaudaraan.
Belajar ikhlas, sabar, dan merasa cukup.
Kita sering menjalani hari dengan keyakinan bahwa masih ada kesempatan nanti. Belajar agama setelah pekerjaan lebih longgar. Memperbaiki ibadah setelah urusan lebih tenang. Menuna…
Di pagi hari, kita dapat menerima kabar musibah, potongan ceramah, perdebatan politik, dan jawaban kecerdasan buatan. Semuanya hadir berdekatan, meminta perhatian, seolah perlu se…
Hati terasa lebih ringan ketika penghasilan cukup, keluarga sehat, dan rencana berjalan lancar. Kita bisa menikmati hari tanpa terlalu banyak memikirkan apa yang akan terjadi esok…
Kadang-kadang, hidup terasa penuh oleh hal-hal yang sebenarnya masih bisa ditunda. Barang yang ingin dibeli, rumah yang ingin diperbarui, dan kebiasaan orang lain yang ingin kita …
Setiap kali memikirkan kepemimpinan, ingatan saya kembali kepada Papa. Beliau, rahimahullah (semoga Allah merahmatinya) menghabiskan masa pengabdiannya sebagai seorang birokrat. D…
Akta kelahiran, ijazah, buku nikah, paspor, hingga sertifikat rumah. Banyak bagian penting kehidupan kita tercatat pada lembaran kertas. Kita mengurusnya dengan sungguh-sungguh, m…
Ada perhatian ibu yang dahulu kita terima sebagai sesuatu yang biasa. Makanan yang disiapkan, pakaian yang dibersihkan, atau tangan yang menenangkan ketika kita menangis. Saat mas…
Ada sebuah kalimat yang menggugah hati dalam dialog dengan guru ngaji saya sore kemarin. Beliau menyampaikan, “ Sembunyikan amalmu sebagaimana engkau menyembunyikan aib-aibmu. ” Nas…
Kita tidak mencari dalil untuk membenarkan tulisan. Kita berusaha memahami dalil dengan benar, kemudian menulis hikmah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Blog Syaris mengajak kita melihat persoalan sehari-hari dengan lebih jernih, lalu membawa pulang satu pelajaran untuk diamalkan.
Mengenal pendekatan kami ↗