Siapa yang Menguatkan Pemimpin?
Ketika pekerjaan tersendat, kita biasanya mencari pemimpin. Kita menunggu arah, meminta keputusan, dan berharap ia menenangkan keadaan. Di tengah kebutuhan itu, mudah bagi kita un…
Esai tentang pikiran, waktu, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari, berlandaskan Al-Quran dan Sunnah.
Mulai membaca ↓Ketika pekerjaan tersendat, kita biasanya mencari pemimpin. Kita menunggu arah, meminta keputusan, dan berharap ia menenangkan keadaan. Di tengah kebutuhan itu, mudah bagi kita un…
Berpikir, belajar, dan melihat lebih jernih.
Menata prioritas dan merawat kebiasaan.
Integritas dalam setiap tanggung jawab.
Keadilan, keteladanan, dan pelayanan.
Menjaga adab, komunikasi, dan persaudaraan.
Belajar ikhlas, sabar, dan merasa cukup.
Menjelang akhir tahun dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi kita akan disibukkan dengan intensitas rapat evaluasi kemajuan pekerjaan. Laporan di hadapan kita menunjukkan progres…
Sejak pagi, kita sudah membalas pesan, menjawab surel, dan menghadiri rapat. Setiap kali hendak melanjutkan pekerjaan, ada pemberitahuan baru yang meminta perhatian. Menjelang sia…
Kemarin siang kita baru saja menyelesaikan sebuah laporan dengan bantuan kecerdasan buatan. Susunannya rapi, bahasanya meyakinkan, dan kesimpulannya tampak masuk akal. Kita membac…
Saya sering memperhatikan penggunaan istilah bencana alam dalam pemberitaan. Istilah itu begitu akrab sejak kecil sehingga biasanya saya menerimanya tanpa banyak bertanya. Namun, …
Di jalur pendakian, langkah setiap orang tidak selalu sama. Ada yang masih sanggup berjalan cepat, sementara temannya mulai membutuhkan waktu untuk beristirahat. Dalam keadaan sep…
Ada kebaikan yang terasa ringan ketika dikerjakan, tetapi menjadi berat ketika tidak dihargai. Kita semula ingin membantu. Namun, setelah tidak mendapat ucapan terima kasih, hati …
Membalas api dengan api sering kali hanya menambah nyala. Ucapan keras dibalas dengan ucapan yang lebih tajam. Sindiran dibalas dengan sindiran. Persoalan yang semula kecil akhirn…
Kita sering menjalani hari dengan keyakinan bahwa masih ada kesempatan nanti. Belajar agama setelah pekerjaan lebih longgar. Memperbaiki ibadah setelah urusan lebih tenang. Menuna…
Kita tidak mencari dalil untuk membenarkan tulisan. Kita berusaha memahami dalil dengan benar, kemudian menulis hikmah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Blog Syaris mengajak kita melihat persoalan sehari-hari dengan lebih jernih, lalu membawa pulang satu pelajaran untuk diamalkan.
Mengenal pendekatan kami ↗